
Menurut data DLH Kota Cimahi, timbulan sampah mencapai
±234
*per April 2025Ton/hari
Dari jumlah tersebut, sekitar
±4.432
Tidak terolah dan langsung dibuang ke TPATon/Tahun
"Ah, 1 kantong doang, kok"
Ucap ribuan wargi Cimahi serentakSedikit demi sedikit, lama-lama....
MELEDAK!
Nya'an! 157 nyawa melayang di Leuwigajah pada tahun 2005 akibat ledakan gunung sampah. Kini, TPA Sarimukti dan Bantargebang pun dapat menghadapi ancaman risiko yang serupa jika timbunan sampah kian menggunung.Saléngkah Nyata, Ngajaga Lembur Urang SaréréaKarena kota yang bersih adalah warisan paling berharga. Lihat bagaimana kita telah berjuang dari waktu ke waktu:
2014
2017
2022 - Sekarang
Program HO-HA & Bank Sampah SamiciCimahi meluncurkan inovasi penjadwalan angkut sampah terpisah melalui program HO-HA (Hari Organik - Hari Anorganik) dan memperluas jaringan Bank Sampah Samici agar sampah dapat bernilai rupiah. Namun, volume sampah yang terus meningkat dan kebiasaan memilah sampah yang belum merata masih menjadi tantangan.

Gerakan Cimahi Zero Waste City
Pemerintah menggencarkan edukasi masif melalui gerakan ini untuk mengubah perilaku masyarakat agar disiplin memilah sampah dari rumah, sekolah, hingga instansi pemerintah. Gerakan ini sukses menanamkan kepedulian, namun masih butuh dorongan agar pelaksanaannya konsisten.
#PisahkanSebelumTercampur
GRAK OMPIMPAH (Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah) mengajak warga untuk disiplin memilah sampah organik dan anorganik langsung dari rumah. Kebiasaan pilah sampah tidak perlu menunggu sampah menumpuk atau berbau, cukup dimulai dengan menyediakan wadah terpisah sejak awal.Sebagai inovasi unggulan daerah, GRAK OMPIMPAH berhasil meraihKatadata Green Initiative Awards 2023 serta penghargaan Best of the Best Top Inovasi KIJB 2025.Prestasi ini menjadi bukti bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Yuk, pertahankan kebanggaan Kota Cimahi dengan terus disiplin memilah sampah setiap hari!







